Saturday, July 25, 2015

Jarak: Pertemuan (Narendra)

Narendra

Hey, lo Naren yang duduk di depan gue ya?

Gue diam. Mikir. Siapa yang tiba-tiba ngechat gue? Dari display namenya yang tertulis ‘Kayla’, gue yakin dia perempuan. Karena dia bilang
gue duduk di depannya, berarti dia ada di belakang gue kan? Iya pertanyaan konyol. Tanpa basa-basi,

Saturday, July 18, 2015

Jarak: Pertemuan (Kayla)

Kayla

Sudah sering sekali kita melihat – aku yakin tak hanya aku – macam-macam pertemuan manis antara dua orang, biasanya laki-laki dan perempuan, lalu akhirnya mereka menjadi pasangan yang katanya hidup bahagia.

Friday, July 17, 2015

Jarak: Perkenalan

Pertemuan kami mungkin bukan salah satu jenis pertemuan romantis yang biasa kalian lihat di film.

Pertemuan kami bukan lah kejadian bertabrakan dengan buku berceceran, lalu bertemu pandang saat membereskan buku tersebut.

Friday, July 10, 2015

Kebahagiaan

Happiness

Bukan, ini bukan cerpen2 galau yg biasa aku tulis. Ini hanya tulisan, entah apa namanya, yang ingin aku tulisan.

"Be grateful."

Bersyukur.
Hal kecil dan sesederhana itu sebenarnya sangat berarti. Why? Because it's one of many keys to happiness.
Rasakan. Kamu akan merasa bahagia saat bersyukur atas apa yg kamu punya, bukan mengeluh atas apa yang tidak kamu punya.
Aku masih belajar untuk begitu.
"Aku iri deh sama A, dia blablabla..."
Who says that A's life is better or easier than you?
Bisa jadi sebenarnya kamu lebih bahagia, hanya saja A lebih bersyukur dan tidak banyak mengeluh. Ia menikmati hidupnya.

"Expect nothing and you'll be not disappointed."

Berharap memang perlu, bahkan kadang kita hidup karena ada harapan. Namun, kadang harapan ini juga yang membunuh kebahagiaan kita. Saat keadaan, saat situasi, tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan, kamu akan kecewa yang berujung pada ketidak bahagiaan. Berharaplah, tapi juga bersiaplah untuk kecewa.
Aku pun masih belajar untuk itu.

"Everything happens for a reason."

Percayalah, segala sesuatu yang terjadi bukan tanpa alasan, semua yang terjadi bukan kebetulan. Jangan sesali apa yang telah terjadi, apa yang telah kamu lakukan. Mungkin kita memang tidak akan selalu mengetahui 'alasan' tersebut, tapi hal tersebut terjadi karena Allah pasti memang sudah punya rencana untuk kita. Ingatlah, masa lalumu yang membuatmu seperti sekarang, stronger, tougher, better.
Selalu ada pelajaran yang bisa kamu ambil di setiap kejadian, jika kau bisa membuka matamu, membuka pikiranmu.
Aku pun masih belajar untuk itu.

"Move on, keep moving forward."

Jangan gantungkan hidupmu pada sesuatu. Kamu berhak atas kebahagiaanmu sendiri. Jangan biarkan orang lain, sesuatu apa pun membuat dirimu kehilangan kebahagiaan itu. Ya, kau boleh bersedih, kau boleh marah, kau boleh kecewa, tapi ingat, kau masih berhak untuk bahagia.
Lanjutkan hidup yang kau punya. Syukuri, jadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan penyesalan.
Aku pun masih belajar untuk itu.

Saturday, June 27, 2015

Berjalan Sedikit Jauh


Again???” tanya Kayla, temanku sejak kami masih sama-sama bocah ingusan yang tidak tahu apa-apa. Mungkin saat ini aku sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Ia selalu begitu, ekspresif tentang apapun yang ia sampaikan. Mungkin hal itu yang membuatku senang bercerita padanya, karena ia selalu memberi tanggapan-tanggapan dengan ekspresinya yang tak biasa. Seperti saat ini, saat aku bercerita aku dan teman-teman jurusanku akan pergi – yang menurut dia sudah terlalu sering – menjelajah keindahan di Indonesia, ia tampak kaget.
            Aku tertawa melihat ekspresinya, “terakhir dua minggu lalu loh, Kay. Mau ikut?” ajakku walau aku tahu ia pasti menolaknya.


Tuesday, June 23, 2015

Merindu

Rindu ini terlalu menyiksa
Karena sang hati sudah tenggelam
Dan sang akal hanya diam

Rindu ini terlalu menyiksa
Karena jiwa sudah terkapar
Dan sang raga hanya terpaku

Rindu ini terlalu menyiksa
Karena mata sudah buta
Dan sang bibir hanya bisu

Lagi-Lagi

Lagi-lagi
Sekali lagi ia torehkan tinta itu
Tinta merah pertanda dirinya dalam amarah
Kini ia sudah pasrah dan menyerah

Lagi-lagi
Sekali lagi ia tumpahkan harapannya
Harapan tentang ia dan kasihnya
Kini kasihnya hilang, telah diambil orang

Lagi-lagi
Sekali lagi ia menggumam
Tentang penyesalan akan kelalaiannya
Kelalaian menjaga kasihnya