Sunday, August 16, 2015

Jarak: Rahasia Narendra I

Kayla

Semester pertama memang luar biasa. Aku harus beradaptasi dengan lingkungan, teman-teman, dan kebiasaan baru lebih cepat. Aku akhirnya paham bagaimana sistem perkuliahan. Ujian akhir semester yang berbeda dengan yang biasa aku kerjakan saat perkuliahan. Perjuangan yang lebih untuk mengejar dosen. Berusaha menerima materi-materi yang saat SMA tidak pernah terbayangkan. Semua itu luar biasa.

Dan akhirnya, aku bisa pulang ke Bogor. Aku mendapatkan waktu selama dua minggu untuk berada di Bogor. Walaupun aku belum memiliki rencana, yang pasti aku ingin bertemu dengan teman-temanku. Di sinilah aku sekarang, berbaring menatap langit-langit kamarku.

***

Narendra

Makhluk yang sekarang ini lagi sama gue udah bener-bener kayak saudara gue. Lagi di Bali atau di Bogor, gue pasti ketemu dia. Gue yang

Sunday, August 9, 2015

Jarak: Adaptasi

Kayla

Jadi begini rasanya kuliah. Beberapa minggu pertama, aku merasa begitu ingin pulang. Aku merindukan suasana rumah. Terlebih lagi Surabaya yang jarang sekali diguyur hujan. Ya, aku menyukai hujan. Dan angkot, aku yang terbiasa ke sana ke mari sendirian menggunakan angkot, kesulitan untuk seperti itu di Surabaya.

Namun, setelah bulan ketiga aku di sini, aku mulai betah. Syukurlah aku adalah salah satu jenis orang yang mudah beradaptasi. Aku mulai menikmati panasnya Surabaya, bukannya hujan dengan petirnya Bogor. Aku mulai terbiasa dengan segala kegiatan semester awal sebagai mahasiswa. Aku menyadari hal lucu, saat kuliah, jam di dalam kelas lebih sedikit daripada saat bersekolah, tapi aku merasa lebih sibuk dibanding saat sekolah dulu. Sungguh, kalau kau masih SMA, manfaatkan sebaik-baiknya.

“Kay, makan ga?” aku langsung menoleh

Sunday, August 2, 2015

Jarak: Hello, Goodbye

Narendra

Kalian pasti udah sering dengar tentang berbagai macam kepribadian. Ada yang extrovert ada yang introvert. Menurut gue sendiri, gue adalah orang yang introvert. Walau tampaknya gue ga tidak setertutup itu, kadang gue suka ngomong atau bahkan cerita sama diri gue sendiri dibanding cerita ke orang lain. Gue ga semudah itu menceritakan apa-apa tentang hidup gue ke orang lain. Gue cenderung jarang basa-basi juga sama orang, gue milih diam, apalagi sama orang baru kenal.

Cuma ada beberapa orang yang gue kenal dan bisa bikin gue nyaman ngobrol sama dia berlama-lama. Nyokap gue salah satu orang tersebut, dan

Saturday, July 25, 2015

Jarak: Pertemuan (Narendra)

Narendra

Hey, lo Naren yang duduk di depan gue ya?

Gue diam. Mikir. Siapa yang tiba-tiba ngechat gue? Dari display namenya yang tertulis ‘Kayla’, gue yakin dia perempuan. Karena dia bilang
gue duduk di depannya, berarti dia ada di belakang gue kan? Iya pertanyaan konyol. Tanpa basa-basi,

Saturday, July 18, 2015

Jarak: Pertemuan (Kayla)

Kayla

Sudah sering sekali kita melihat – aku yakin tak hanya aku – macam-macam pertemuan manis antara dua orang, biasanya laki-laki dan perempuan, lalu akhirnya mereka menjadi pasangan yang katanya hidup bahagia.

Friday, July 17, 2015

Jarak: Perkenalan

Pertemuan kami mungkin bukan salah satu jenis pertemuan romantis yang biasa kalian lihat di film.

Pertemuan kami bukan lah kejadian bertabrakan dengan buku berceceran, lalu bertemu pandang saat membereskan buku tersebut.

Friday, July 10, 2015

Kebahagiaan

Happiness

Bukan, ini bukan cerpen2 galau yg biasa aku tulis. Ini hanya tulisan, entah apa namanya, yang ingin aku tulisan.

"Be grateful."

Bersyukur.
Hal kecil dan sesederhana itu sebenarnya sangat berarti. Why? Because it's one of many keys to happiness.
Rasakan. Kamu akan merasa bahagia saat bersyukur atas apa yg kamu punya, bukan mengeluh atas apa yang tidak kamu punya.
Aku masih belajar untuk begitu.
"Aku iri deh sama A, dia blablabla..."
Who says that A's life is better or easier than you?
Bisa jadi sebenarnya kamu lebih bahagia, hanya saja A lebih bersyukur dan tidak banyak mengeluh. Ia menikmati hidupnya.

"Expect nothing and you'll be not disappointed."

Berharap memang perlu, bahkan kadang kita hidup karena ada harapan. Namun, kadang harapan ini juga yang membunuh kebahagiaan kita. Saat keadaan, saat situasi, tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan, kamu akan kecewa yang berujung pada ketidak bahagiaan. Berharaplah, tapi juga bersiaplah untuk kecewa.
Aku pun masih belajar untuk itu.

"Everything happens for a reason."

Percayalah, segala sesuatu yang terjadi bukan tanpa alasan, semua yang terjadi bukan kebetulan. Jangan sesali apa yang telah terjadi, apa yang telah kamu lakukan. Mungkin kita memang tidak akan selalu mengetahui 'alasan' tersebut, tapi hal tersebut terjadi karena Allah pasti memang sudah punya rencana untuk kita. Ingatlah, masa lalumu yang membuatmu seperti sekarang, stronger, tougher, better.
Selalu ada pelajaran yang bisa kamu ambil di setiap kejadian, jika kau bisa membuka matamu, membuka pikiranmu.
Aku pun masih belajar untuk itu.

"Move on, keep moving forward."

Jangan gantungkan hidupmu pada sesuatu. Kamu berhak atas kebahagiaanmu sendiri. Jangan biarkan orang lain, sesuatu apa pun membuat dirimu kehilangan kebahagiaan itu. Ya, kau boleh bersedih, kau boleh marah, kau boleh kecewa, tapi ingat, kau masih berhak untuk bahagia.
Lanjutkan hidup yang kau punya. Syukuri, jadikan masa lalu sebagai pelajaran, bukan penyesalan.
Aku pun masih belajar untuk itu.